PEMANFAATAN POTENSI LOKAL SINGKONG SEBAGAI PRODUK KREATIF KERUPUK “BATAKO”
Abstract
Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM) Universitas Tribuana Kalabahi telah dilaksanakan pada tanggal 28 Juli – 2 September 2025 di Desa Wakapsir, Kecamatan Abad Selatan, Kabupaten Alor. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi lokal singkong (Manihot esculenta) melalui inovasi produk pangan kreatif yang dikenal dengan Kerupuk Batako, yaitu kerupuk berbahan dasar singkong dengan bentuk unik menyerupai kerupuk bulat yang diberi nama kerupuk batako yang berasal dari bahasa daerah setempat (bahasa Abui) yang artinya Singkong atau ubi. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, pelatihan produksi, pendampingan pemasaran, kegiatan sosial-educatif, serta evaluasi bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kerupuk Batako memiliki keunggulan berupa bahan baku yang murah dan mudah diperoleh, proses produksi sederhana, daya simpan cukup lama, serta potensi untuk menjadi produk unggulan desa. Dampak kegiatan tidak hanya pada peningkatan keterampilan ekonomi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, tetapi juga pada aspek sosial melalui gotong royong, bimbingan belajar, dan penguatan modal sosial masyarakat. Meskipun terdapat hambatan berupa keterbatasan modal, alat produksi, dan akses pasar, KBPM memberikan strategi keberlanjutan melalui pendampingan lanjutan, dukungan pemerintah desa, dan pemanfaatan pemasaran digital. Dengan demikian, KBPM ini berhasil menunjukkan peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, sekaligus menjadi model yang dapat direplikasi di desa lain dengan potensi serupa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Serly Susanti Penton

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



